NEWSTUJUH.COM, SURABAYA – Arah pendidikan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Surabaya hingga 2035 tidak hanya bertumpu pada pencapaian akademik. Penguatan akidah, pembentukan karakter, pengembangan potensi peserta didik, serta sinergi antarlini menjadi bagian penting dari agenda pengembangan lembaga tersebut.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan konsolidasi yang mempertemukan pengurus yayasan, pimpinan sekolah, pimpinan pondok pesantren, serta Direktur Bisnis Yayasan Khadijah di Auditorium SMP Khadijah, Surabaya, Ahad, (27/9/2026).
Ketua Pembina Yayasan Khadijah, Khofifah Indar Parawansa, dalam arahannya mendorong seluruh unsur yayasan memperkuat fondasi keagamaan sekaligus membangun karakter peserta didik.
Pendidikan, menurut arah yang dibangun dalam konsolidasi tersebut, tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk moral, akhlak, dan kesalehan sosial siswa serta santri.
Penguatan fondasi tersebut menjadi penting seiring tuntutan lembaga pendidikan menghadapi perubahan lingkungan pendidikan yang semakin kompleks.
Sekolah dan pesantren dituntut tetap menjaga identitas keagamaannya sembari membuka ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.
Dalam forum itu, optimalisasi potensi siswa dan santri juga menjadi salah satu perhatian. Pengembangan tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik, tetapi mencakup bakat non-akademik serta keterampilan kewirausahaan.
Arah tersebut menempatkan sekolah dan pesantren sebagai ruang pengembangan peserta didik secara lebih utuh. Prestasi akademik tetap menjadi bagian penting, tetapi kemampuan lain yang dapat menjadi bekal siswa dan santri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan juga perlu dikembangkan secara sistematis.
Konsolidasi tersebut sekaligus diarahkan untuk memperjelas langkah Yayasan Khadijah menuju target 2035. Sebelumnya, Yayasan Khadijah juga menggelar retret pada hari yang sama dengan tema “Menjaga Amanah, Meneguhkan Jati Diri Sekolah Juara untuk Khadijah 2035”. Kegiatan itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penyatuan arah seluruh unsur yayasan.
Dalam kerangka tersebut, jati diri lembaga menjadi salah satu aspek yang dipertahankan di tengah upaya menghadapi tantangan pendidikan modern.
Yayasan Khadijah menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari kelompok bermain dan taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga pondok pesantren.
Karena itu, konsolidasi tidak hanya menyangkut hubungan antara yayasan dan sekolah. Sinergi juga dibangun antara unit pendidikan formal, pendidikan pesantren, serta sektor bisnis yang dikembangkan yayasan.
Keterhubungan antarlini tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan gerak organisasi. Masing-masing unit memiliki fungsi berbeda, tetapi diarahkan untuk mendukung tujuan kelembagaan yang sama.
Penguatan sektor bisnis juga menjadi bagian dari perkembangan organisasi Yayasan Khadijah. Pada September 2026, yayasan telah melakukan pelantikan Direktur Bisnis dan sejumlah kepala sekolah untuk periode 2026-2030 sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi dan pengembangan layanan pendidikan serta kemandirian ekonomi yayasan.
Di sisi pendidikan, Yayasan Khadijah saat ini mengelola unit pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA serta Pondok Pesantren Khadijah.
Yayasan juga memiliki layanan sosial dan tengah mengembangkan layanan bisnis sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi lembaga.
Dengan agenda menuju 2035, konsolidasi tersebut menempatkan kualitas manusia, kekuatan karakter, pengembangan potensi, dan keterpaduan organisasi sebagai bagian dari arah kerja Yayasan Khadijah dalam beberapa tahun mendatang.














Respon (1)