Beritaperistiwa

Modifikasi Cuaca Jatim Mulai Berhasil, Malang hingga Madiun Diguyur Hujan

3
×

Modifikasi Cuaca Jatim Mulai Berhasil, Malang hingga Madiun Diguyur Hujan

Sebarkan artikel ini
Modifikasi cuaca
Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam 2 hari terakhir. Kondisi ini menjadi kabar baik di tengah upaya mengatasi kekeringan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Foto: Newstujuh.com)

Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur mulai menunjukkan hasil. Sejumlah wilayah diguyur hujan, sementara pemadaman karhutla diperkuat dengan water bombing.

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Sejumlah wilayah di Jawa Timur, mulai dari Malang, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, Madiun hingga Surabaya, mulai diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Turunnya hujan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah upaya pemerintah daerah mengatasi kekeringan dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah untuk memicu turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Keberhasilan modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi atmosfer, terutama keberadaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian. Karena itu, pelaksanaan OMC tidak selalu menghasilkan hujan di setiap wilayah yang menjadi sasaran operasi”,

Ia menyampaikan bahwa hasil positif yang mulai terlihat patut disyukuri. Namun, menurut Emil, turunnya hujan juga merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga keberhasilan tersebut tidak semata-mata dikaitkan dengan kemajuan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Emil pada Rabu (28/10/2026), saat pemerintah provinsi terus mengupayakan langkah penanganan kekeringan sekaligus memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kawasan Jawa Timur.

Selain mengandalkan modifikasi cuaca, penanganan karhutla juga dilakukan melalui pengerahan helikopter untuk melaksanakan water bombing, yakni pemadaman api dengan menjatuhkan air dari udara ke lokasi kebakaran.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengupayakan dukungan armada udara guna mempercepat penanganan titik-titik api. Langkah ini dinilai penting mengingat ketersediaan pesawat dan helikopter untuk operasi pemadaman kebakaran masih terbatas.

Keterbatasan armada menjadi tantangan tersendiri karena sejumlah pesawat dan helikopter yang dapat disewa juga tengah digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di berbagai lokasi.

Emil menegaskan bahwa pemadaman perlu dilakukan sejak api masih berukuran kecil agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menekan risiko kerusakan lingkungan serta mencegah meluasnya dampak kebakaran di kawasan hutan.

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada kebakaran besar, tetapi juga pada titik-titik api yang berpotensi berkembang apabila tidak segera ditangani. Koordinasi antara pemerintah daerah dan BNPB terus dilakukan untuk mendukung efektivitas pemadaman di lapangan.

Di samping memperkuat upaya pemadaman, Pemprov Jawa Timur juga memprioritaskan keselamatan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Saat meninjau penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno, Emil memastikan kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi personel menjadi perhatian pemerintah. Perlengkapan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko yang dihadapi petugas ketika bekerja di kawasan rawan kebakaran.

Emil menegaskan bahwa keselamatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap operasi penanganan karhutla. Dengan dukungan peralatan yang memadai, koordinasi lintas instansi, serta upaya pemadaman sejak dini, pemerintah berharap kebakaran dapat dikendalikan dan dampaknya terhadap lingkungan bisa diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *