Pendidikan

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan Peternak Prafi, Ajarkan Olah Pelepah Sawit jadi Pakan Mandiri

10
×

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan Peternak Prafi, Ajarkan Olah Pelepah Sawit jadi Pakan Mandiri

Sebarkan artikel ini
Unair

NEWSTUJUH.COM, MANOKWARI – Pemanfaatan pelepah kelapa sawit terus dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat. Kali ini, Tim Ekspedisi Patriot 13 menggelar penyuluhan dan workshop pengolahan pelepah sawit menjadi silase sebagai pakan alternatif ternak sapi pada Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kandang sapi milik peternak di Prafi SP4 (Satuan Pemukiman) Kampung Udapi Hilir tersebut menjadi bagian dari program Sapi Sehat, Limbah Sawit Bernilai, Peternak Berdaya. Melalui praktik langsung, tim mendorong peternak mengenali potensi limbah di sekitar mereka sekaligus mengolahnya menjadi pakan yang dapat menunjang kebutuhan ternak.

Ketua TEP 13, Prof Dr Erma Safitri drh MSi, menjelaskan bahwa pelepah sawit memiliki kandungan serat dan lignin yang tinggi. Sehingga peternak perlu mengolahnya terlebih dahulu sebelum menjadikannya pakan.

Melalui proses fermentasi, peternak dapat mengubah pelepah tersebut menjadi silase sebagai pakan tambahan atau cadangan ketika hijauan segar tidak mencukupi.

Setelah penyuluhan, peserta langsung mempraktikkan proses pengolahan dengan pendampingan TEP 13. Praktik dimulai dengan mencacah pelepah menggunakan mesin chopper.

Hasil cacahan kemudian dicampur dengan air, dedak, mineral, EM4 (Effective Microorganisms 4), dan molases. Tim memastikan seluruh bahan tercampur secara homogen sebelum memasukkannya ke dalam drum.

Proses pemadatan menjadi bagian penting dalam pembuatan silase. Peternak memadatkan campuran hingga rongga udara berkurang, kemudian menutup wadah dengan rapat untuk menjaga proses fermentasi.

“Peternak perlu memahami setiap tahapan pembuatan silase. Mulai dari pencacahan hingga pemadatan. Ketepatan proses akan menentukan kualitas pakan dan membantu mencegah kegagalan fermentasi,” jelas Prof Erma.

Workshop tersebut tidak berhenti pada pengenalan teknologi pakan. TEP 13 juga membangun kolaborasi bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi serta Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Masni untuk menjaga keberlanjutan pendampingan peternak.

Melalui penyuluhan dan praktik langsung, TEP 13 membekali peternak dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah pelepah sawit menjadi pakan alternatif.

Bekal tersebut membantu peternak memanfaatkan potensi di sekitar mereka secara mandiri sekaligus membuka peluang pengembangan usaha peternakan.

“Peternak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui kegiatan ini, tetapi juga belajar mengenali potensi yang ada di sekitar dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai.

Harapannya, peternak dapat terus membuat silase secara mandiri dan memanfaatkannya untuk mendukung pengembangan usaha peternakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *