Teknologi

Spektronics ITS Raih Dua Gelar di Kompetisi Nasional 2026

10
×

Spektronics ITS Raih Dua Gelar di Kompetisi Nasional 2026

Sebarkan artikel ini
tim spektronics
Tim Spektronics ITS usai menerima penghargaan 1st Runner Up Chem-E-Car Competition dan Champion pada kategori Paper and Poster Competition di ajang AISeries x AISC 2026. (NewsTujuh.com)

NEWSTUJUH.COM, SURABAYA — Tim Spektronics dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan keunggulannya di bidang rekayasa dan inovasi. Dua tim berbeda dari Spektronics meraih prestasi gemilang sekaligus dalam ajang AISeries × AISC 2026 yang digelar oleh AIChE UI Student Chapter di Universitas Indonesia pada akhir pekan lalu. Spektronics 30 PLN menjadi Juara Dua Kompetisi Mobil Kimia (Chem-E-Car), sementara Spektronics Project 2.0 keluar sebagai Juara Utama Kompetisi Makalah dan Poster.

Kemenangan Spektronics 30 PLN di kategori Chem-E-Car didukung oleh pengembangan sistem kendali yang lebih presisi. Nayla Muli Fathia, manajer tim, menjelaskan bahwa timnya merancang inovasi sakelar berbasis sensor magnet yang mampu mendeteksi pergerakan putaran dengan sangat cepat dan tepat. Hasilnya, kendaraan dapat melaju lebih stabil, lurus, dan konsisten sepanjang lintasan perlombaan.

“Inovasi inilah yang meningkatkan performa Spektronics 30 PLN selama berpacu di sirkuit,” ujar Nayla.

Tak hanya unggul dalam kinerja kendaraan, tim juga membawa nilai keberlanjutan melalui pengelolaan bahan bakar. Spektronics mengembangkan metode penggunaan kembali katalis bekas pakai, sehingga bahan yang tadinya menjadi limbah sekali pakai dapat dimanfaatkan ulang dan mengurangi beban pencemaran lingkungan.

Perjalanan menuju metode ini tidaklah mudah. Proses pengujian berulang kali harus dilakukan karena terbatasnya referensi ilmiah yang tersedia. Kompleksitas uji coba membuat tim harus menemukan sendiri rumusan yang paling tepat melalui serangkaian eksperimen mendalam.

Sementara itu, Spektronics Project 2.0 membawa inovasi yang berbeda sama sekali — berfokus pada peningkatan efisiensi industri pengolahan kelapa sawit. Di bawah kepemimpinan Else Kusuma, tim mengembangkan pendekatan berbasis kecerdasan buatan atau Machine Learning untuk mengoptimalkan jaringan penukar panas serta sistem daur ulang air pada pabrik pengolahan turunan minyak sawit mentah.

Ajang AISeries
Tim Spektronics ITS saat melakukan preparasi bahan kimia sebelum berlaga di ajang AISeries × AISC 2026. (NewsTujuh.com).

Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan model prediksi XGBoost dengan algoritma optimasi NSGA-II, yang diperkuat melalui analisis SHAP. Kombinasi ini memungkinkan penentuan kondisi operasi terbaik secara lebih cepat, sekaligus menyeimbangkan dua tujuan penting: penghematan energi dan pengurangan limbah industri.

“Pendekatan ini memungkinkan proses optimasi menjadi lebih efisien, sehingga kondisi operasi optimal lebih cepat ditemukan,” jelas Else.

Lebih dari sekadar meraih piala, kedua tim berharap inovasi yang dikembangkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada poin Pendidikan Berkualitas serta poin Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Baca Juga : Ahli ITS: Pahami Status Gunung Api dan Percaya Sumber Resmi untuk Mitigasi Erupsi

Dengan dua kemenangan sekaligus, Spektronics ITS membuktikan bahwa inovasi tidak hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan industri di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *