DaerahMadiun

Jalan Bajulan–Kenongorejo Madiun Berdebu, Warga Soroti Minim Penyiraman dan Papan Proyek

316
×

Jalan Bajulan–Kenongorejo Madiun Berdebu, Warga Soroti Minim Penyiraman dan Papan Proyek

Sebarkan artikel ini
Madiun
Debu beterbangan saat kendaraan melintas di ruas Jalan Bajulan–Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun (Foto: Naw, Newstujuh.com)

Proyek Jalan Bajulan–Kenongorejo Madiun dikeluhkan warga karena debu dan minim penyiraman. Warga juga menyoroti papan proyek serta nomor pengaduan.

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Aktivitas proyek rekonstruksi ruas Jalan Bajulan–Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, dikeluhkan sejumlah warga dan pengguna jalan. Keluhan terutama menyangkut debu yang beterbangan saat kendaraan melintas di sekitar lokasi proyek.

Sedangkan di lokasi, pekerjaan rekonstruksi jalan masih berlangsung. Debu tampak beterbangan ketika kendaraan melintas, terutama saat volume lalu lintas meningkat.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi. Situasi semakin terasa pada jam kepulangan pelajar karena ruas jalan tersebut menjadi salah satu akses menuju MTsN 7 Madiun dan SMPN 2 Pilangkenceng.

Seorang petugas yang berada di lokasi dan bertugas melakukan penyiraman mengatakan bahwa upaya pengendalian debu telah dilakukan secara berkala.

“Penyiraman dilakukan sekitar tiga sampai empat kali,” ujar petugas tersebut. Ia juga enggan menyebutkan namanya, Senin (21/09/2026).

Namun, sejumlah warga menilai penyiraman perlu dilakukan lebih optimal agar debu tidak kembali beterbangan setelah kendaraan melintas.

Selain persoalan debu, keberadaan papan informasi proyek juga menjadi perhatian. Warga mengaku kesulitan menyampaikan keluhan karena tidak mengetahui secara jelas informasi pekerjaan maupun nomor pengaduan yang dapat dihubungi.

Ketua Ikatan Wartawan Caruban (IWACA), Suprapto, yang mengaku setiap hari melintasi ruas tersebut sekaligus merupakan warga sekitar, turut menyoroti persoalan tersebut.

“Jalan itu tiap hari saya lintasi, kebetulan juga warga di situ. Sejak awal proyek, mulai penurunan material, saya tidak pernah melihat papan proyek. Kalau pun ada, mungkin dipasang beberapa menit hanya untuk dokumentasi,” tegasnya.

Baca juga : PLN Caruban Salurkan Sambungan Listrik Gratis di Madiun

Menurutnya, pembangunan jalan tetap perlu didukung karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Namun, keterbukaan informasi mengenai proyek dan fasilitas pengaduan dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui pihak yang bertanggung jawab apabila muncul persoalan di lapangan.

“Pembangunan kami dukung karena untuk kepentingan masyarakat. Tetapi kami berharap pelaksana juga memperhatikan dampak debu dan kenyamanan warga serta pengguna jalan,”tambahnya.

Warga juga berharap aspek keselamatan pengguna jalan mendapat perhatian selama proses rekonstruksi berlangsung, termasuk pengendalian debu, kondisi permukaan jalan, serta pengaturan lalu lintas di sekitar area pekerjaan.

Masyarakat berharap pihak pelaksana dan instansi terkait dapat meningkatkan pengendalian debu serta menyediakan informasi proyek dan saluran pengaduan yang mudah diakses. Dengan demikian, proses rekonstruksi Jalan Bajulan–Kenongorejo dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *