BeritaMadiun

Pensiunan ASABRI Madiun Diincar Penipuan, Suryajiyoso Pertanyakan Keamanan Data Nasabah

14
×

Pensiunan ASABRI Madiun Diincar Penipuan, Suryajiyoso Pertanyakan Keamanan Data Nasabah

Sebarkan artikel ini
Pensiunan ASABRI
Advokat dan Dosen UT Suryajiyoso SH., MH (Foto: Newstujuh.com)

Pensiunan ASABRI Madiun diincar dugaan penipuan berkedok update data dan kenaikan pensiun 5 persen. Suryajiyoso soroti keamanan data pribadi nasabah.

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Para pensiunan peserta PT ASABRI (Persero) di wilayah Madiun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan tersebut. Pelaku menghubungi calon korban melalui telepon dengan menawarkan informasi kenaikan manfaat pensiun sebesar 5 persen sekaligus meminta pembaruan data melalui aplikasi ASABRI Mobile.

Pengalaman tersebut dialami Setiono, salah seorang nasabah ASABRI. Ia mengaku menerima telepon dari nomor tidak dikenal sekitar pukul 08.30 hingga 09.00 WIB saat sedang beraktivitas.

Dalam percakapan tersebut, penelepon mengaku sebagai petugas ASABRI dan menyampaikan adanya kenaikan manfaat pensiun sebesar 5 persen yang diklaim mulai berlaku pada 1 Desember. Setiono kemudian diminta memperbarui identitas pribadi, termasuk memberikan data biometrik berupa sidik jari.

Kecurigaan muncul ketika penelepon menyampaikan bahwa konfirmasi secara langsung melalui mitra pembayaran berpotensi menyebabkan penundaan antrean hingga 3 x 24 jam.

Merasa ada kejanggalan, Setiono memilih tidak mengikuti instruksi tersebut. Ia kemudian mendatangi kantor BRI terdekat untuk memastikan kebenaran informasi yang diterimanya.

“Awalnya saya dihubungi melalui telepon oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas ASABRI. Dia menyampaikan ada kenaikan manfaat pensiun sebesar 5 persen dan meminta saya memperbarui data melalui aplikasi. Saya diminta mengisi identitas, termasuk sidik jari,” ungkap Setiono.

“Saya merasa ada yang janggal. Daripada mengambil risiko, saya memilih memastikan terlebih dahulu ke pihak BRI. Saya tidak mau sembarangan memberikan data pribadi maupun informasi rekening kepada orang yang belum jelas identitasnya,” tegasnya.

Dugaan modus penipuan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai keamanan data pribadi nasabah. Bagaimana pihak tidak dikenal bisa mengetahui identitas dan status seseorang sebagai pensiunan ASABRI?

Advokat sekaligus dosen Universitas Terbuka (UT), Suryajiyoso, SH., MH., menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait perlindungan data pribadi masyarakat.

Menurutnya, apabila pelaku mengetahui identitas dan status kepesertaan seseorang, sumber informasi yang digunakan perlu ditelusuri. Informasi tersebut bisa diperoleh melalui berbagai cara, mulai dari kebocoran sistem, penyalahgunaan akses oleh pihak tertentu, hingga pengumpulan data dari berbagai sumber.

“Data pribadi bisa diperoleh melalui berbagai cara. Karena itu, perlu ditelusuri dari mana pelaku mendapatkan informasi mengenai identitas dan status nasabah. Jangan langsung menyimpulkan terjadi kebocoran sebelum ada pemeriksaan yang jelas,” jelas Suryajiyoso, Rabu (04/11/2026).

Ia menegaskan, lembaga yang mengelola data masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga keamanan informasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

“Jangan sampai data nasabah yang seharusnya dilindungi justru dimanfaatkan untuk melakukan penipuan. Jika ada indikasi kebocoran atau penyalahgunaan data, harus ditelusuri secara serius agar diketahui sumber dan pihak yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pensiunan ASABRI di Madiun agar tidak mudah percaya terhadap telepon yang mengatasnamakan institusi resmi. Masyarakat diimbau tidak memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, nomor rekening, maupun data biometrik kepada pihak yang belum terverifikasi.

Setiap informasi mengenai kenaikan manfaat pensiun maupun pembaruan administrasi sebaiknya dikonfirmasi melalui saluran resmi ASABRI atau bank mitra pembayaran.

Sementara itu, saat awak media mendatangi Kantor ASABRI Cabang Madiun untuk meminta klarifikasi terkait dugaan modus penipuan tersebut, pihak karyawan menyampaikan bahwa kewenangan memberikan keterangan resmi berada di kantor pusat ASABRI. Mengingat kantor di Madiun merupakan kantor cabang, awak media diarahkan untuk menghubungi saluran komunikasi resmi ASABRI melalui WhatsApp di nomor 0812-8237-1528 atau Call Center ASABRI 15000-43 guna memperoleh informasi dan penjelasan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *