Ekonomi Bisnis

TransNusa Gandeng Airbus Skywise, Bangun Sistem Operasi Penerbangan Berbasis Data Real-Time

5
×

TransNusa Gandeng Airbus Skywise, Bangun Sistem Operasi Penerbangan Berbasis Data Real-Time

Sebarkan artikel ini
TransNusa

NEWSTUJUH.COM, JAKARTA – TransNusa memperkuat langkah transformasi digital dengan memperluas kerja sama strategis bersama Skywise, perusahaan layanan digital milik Airbus. Melalui kolaborasi ini, TransNusa menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mengadopsi solusi Skywise Core X2 dan Skywise Fleet Performance+ (S.FP+) untuk membangun ekosistem data penerbangan terintegrasi secara real-time.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi TransNusa dalam mengubah pola pengelolaan operasional dari pendekatan reaktif menuju sistem berbasis prediksi dan analisis data.

Integrasi teknologi ini memungkinkan berbagai informasi terkait kondisi pesawat, operasional penerbangan, hingga pemeliharaan armada terhubung dalam satu sistem yang lebih komprehensif.

Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan penerapan teknologi Skywise merupakan langkah penting dalam memperkuat komitmen perusahaan terhadap kualitas layanan dan keandalan penerbangan.

“Dengan menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mengadopsi solusi Skywise ini, kami beralih dari pelaporan yang bersifat reaktif menuju operasional yang prediktif dan berbasis data secara real-time,” ujar Bernard.

Menurut dia, penerapan sistem tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap pengalaman penumpang, terutama melalui peningkatan ketepatan waktu penerbangan dan pengurangan potensi gangguan operasional.

Di sisi internal, integrasi data membantu TransNusa mengelola armada secara lebih efisien serta mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Skywise Head of Region APAC, Alessandro Luzi, menyebut kerja sama tersebut menjadi pencapaian penting karena merupakan implementasi pertama Skywise Fleet Performance+ dan Skywise Core X2 di Indonesia.

Ia menjelaskan, integrasi berbagai perangkat digital dalam satu ekosistem memungkinkan perusahaan penerbangan menyederhanakan alur kerja, meningkatkan konsistensi data, serta memperkuat pengambilan keputusan operasional.

“Dengan beralih dari pelaporan tradisional berbasis spreadsheet menuju arsitektur digital yang lebih maju, TransNusa berada di garis depan perkembangan teknologi penerbangan di kawasan,” kata Alessandro.

Melalui Skywise, TransNusa dapat memanfaatkan data pesawat yang dikumpulkan selama penerbangan untuk mendukung sistem pemeliharaan prediktif.

Data tersebut memungkinkan tim Maintenance Control Centre mendeteksi indikasi gangguan teknis lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang berpotensi menghambat operasi penerbangan.

Sistem pemeliharaan berbasis prediksi ini dirancang untuk mengurangi kejadian Aircraft on Ground (AOG), yaitu kondisi ketika pesawat tidak dapat beroperasi akibat kebutuhan perbaikan yang tidak terjadwal. Dengan demikian, waktu pesawat berada di darat dapat ditekan dan tingkat ketersediaan armada dapat ditingkatkan.

Selain aspek teknis, integrasi digital tersebut juga memperkuat koordinasi antarbagian operasional. Sistem baru ini terhubung dengan perangkat digital TransNusa yang telah digunakan sebelumnya, seperti N-Flight Planning (N-FP), Mission+ FLIGHT sebagai electronic Flight Folder, serta Mission+ MAPS untuk kebutuhan navigasi dan pemetaan penerbangan.

Keterhubungan berbagai sistem tersebut memungkinkan pilot, kru darat, dan teknisi bekerja menggunakan sumber data yang sama dalam mendukung setiap penerbangan.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses kerja sekaligus mengurangi potensi perbedaan informasi antarunit.

Bagi TransNusa, pemanfaatan teknologi Skywise juga menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset dan pengendalian biaya operasional. Dengan sistem pengelolaan armada berbasis data, perusahaan dapat memantau performa pesawat secara lebih akurat, meningkatkan utilisasi armada, serta mendukung pengembangan jaringan penerbangan.

TransNusa saat ini beroperasi sebagai maskapai dengan konsep Premium Service Carrier. Perusahaan melakukan rebranding pada Februari 2024 sejalan dengan pengoperasian armada yang lebih modern serta peningkatan fleksibilitas dan kualitas layanan kepada penumpang.

TransNusa memperoleh Sertifikat Operator Penerbangan (Air Operator Certificate/AOC) pada 9 September 2022 dan mulai mengoperasikan tiga pesawat Airbus A320 pada Oktober hingga Desember 2022.

Pada 2023, maskapai ini memperkenalkan model bisnis Premium Service Carrier pertama di kawasan Asia Pasifik serta membuka penerbangan internasional pertamanya.

Saat ini, TransNusa memiliki basis operasional di Jakarta dan Bali dengan jaringan penerbangan internasional menuju sejumlah destinasi seperti Singapura, Guangzhou, Kuala Lumpur, Perth, Bangkok, dan Phuket.

Maskapai tersebut juga menjadi salah satu operator Indonesia yang melayani rute penerbangan menuju Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *