2026 : Front Eskalasi Dua, Dunia Waspada Konflik Global di Timur Tengah dan Asia Selatan
- account_circle Hery
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gambar : Ilustrasi
Eskalasi geopolitik 2026 meningkat di Timur Tengah dan Asia Selatan. Ketegangan Amerika Serikat, Israel, Iran, serta Pakistan-Afghanistan picu kekhawatiran konflik global dan dampak ekonomi dunia.
NEWSTUJUH.COM | Tahun 2026 diwarnai meningkatnya ketegangan geopolitik di dua kawasan strategis dunia. Di Timur Tengah, dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran kembali memanas menyusul peningkatan aktivitas militer dan retorika politik yang kian tajam.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik terbuka yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan.
Sementara itu, di Asia Selatan, ketegangan di perbatasan Pakistan dan Afghanistan juga menunjukkan tren peningkatan. Insiden keamanan dan operasi lintas batas memperburuk hubungan bilateral kedua negara yang sebelumnya sudah berada dalam situasi sensitif.
Dirangkum NewsTujuh pada Sabtu (28/02) melalui akun ‘X nya, pengamat geopolitik dari Lembaga Studi Strategis Global (LSSG), Dr. Ahmad Rizal, menilai eskalasi di dua kawasan tersebut tidak bisa dipandang sebagai isu regional semata.
“Jika konflik terbuka benar-benar terjadi di dua front ini, dampaknya akan bersifat multidimensional. Bukan hanya soal keamanan militer, tetapi juga ekonomi global, harga energi, stabilitas politik kawasan, hingga arus pengungsi,” ujarnya.
Menurutnya, Timur Tengah merupakan jalur vital distribusi energi dunia, sementara Asia Selatan memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan keamanan regional.
“Kondisi ini membutuhkan diplomasi intensif dan penahanan diri dari semua pihak. Tanpa itu, eskalasi dapat meluas dan menciptakan ketidakpastian global yang berkepanjangan,” tegasnya.
Sejumlah organisasi internasional pun menyerukan dialog dan penyelesaian damai guna mencegah konflik yang lebih luas. Dunia kini menanti apakah jalur diplomasi mampu meredam ketegangan atau justru menghadapi babak baru ketidakstabilan global.
Wartawan : Naw
Penulis Hery
Hery Lahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.



Saat ini belum ada komentar