Pemkab Tulungagung mendorong sinergi lintas sektor melalui Sosialisasi Bela Negara 2026 di Crown Victoria Hotel.
NEWSTUJUH.COM, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mendorong penguatan kesadaran bela negara sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, ketahanan sosial, dan keutuhan bangsa di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin saat menghadiri Sosialisasi Regulasi Kebijakan di Bidang Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli Tahun Anggaran 2026, di Crown Victoria Hotel Tulungagung, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, DPRD Kabupaten Tulungagung, perangkat daerah, Forkopimcam, pimpinan perguruan tinggi, lembaga dan instansi terkait, serta peserta dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menilai sosialisasi tersebut memiliki arti penting, terutama untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyamakan persepsi para pemangku kepentingan mengenai regulasi dan kebijakan pembinaan kesadaran bela negara.
Menurutnya, bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pertahanan dalam arti sempit. Nilai tersebut juga tercermin dalam sikap dan perilaku warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
“Bela negara pada hakikatnya bukan semata-mata dimaknai sebagai kewajiban dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga sebagai sikap dan perilaku setiap warga negara yang dilandasi rasa cinta kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menjelaskan, pembinaan kesadaran bela negara memiliki landasan hukum, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara serta Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2022 tentang Kebijakan Pembinaan Kesadaran Bela Negara, berikut berbagai regulasi turunannya.
Ahmad Baharudin mengatakan, tantangan terhadap ketahanan bangsa saat ini berkembang semakin kompleks. Perubahan sosial, pesatnya perkembangan teknologi informasi, dinamika lingkungan strategis, hingga berbagai potensi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan membutuhkan penguatan kesadaran bela negara di tengah masyarakat.
Karena itu, menurutnya, pembinaan kesadaran bela negara tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja.
Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran tersebut secara berkelanjutan.
“Pemkab Tulungagung menyambut baik kegiatan ini karena salah satu hal penting yang ditekankan adalah terbangunnya kesamaan pemahaman dan persepsi di antara para pemangku kepentingan,” katanya.
Dengan kesamaan persepsi tersebut, pembinaan kesadaran bela negara diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan sesuai tugas, fungsi, serta kewenangan masing-masing pihak.
Ahmad Baharudin juga menekankan agar hasil sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman terhadap regulasi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam langkah konkret, baik melalui penyusunan kebijakan, pelaksanaan program, pembinaan masyarakat, maupun penguatan koordinasi lintas sektor.
Di tingkat daerah, nilai-nilai bela negara juga dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial masyarakat. Menjaga harmoni, menghormati perbedaan, menaati aturan, menjaga lingkungan, berpartisipasi dalam pembangunan, serta merawat persatuan merupakan bentuk kontribusi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemkab Tulungagung, lanjut Ahmad Baharudin, berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kesadaran bela negara di daerah.
Kepada seluruh peserta, ia mengajak agar memanfaatkan forum tersebut secara optimal dengan mengikuti rangkaian kegiatan secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta bertukar pengalaman dan pengetahuan.
“Semoga kegiatan Sosialisasi Regulasi Kebijakan di Bidang Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli Tahun Anggaran 2026 ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan penyelenggaraan pembinaan kesadaran bela negara, sekaligus semakin memperkokoh persatuan, kesatuan, dan ketahanan bangsa,” pungkasnya.
Baca Juga :













