BudayaDaerah

Museum Tulungagung Gelar Pameran Temporer 2026

21
×

Museum Tulungagung Gelar Pameran Temporer 2026

Sebarkan artikel ini
Pameran Museum Tulungagung
Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung 2026 menampilkan koleksi sejarah dan budaya dari sejumlah museum serta komunitas. (Bayu Krisna, NewsTujuh.com)

Museum Tulungagung menggelar Pameran Temporer 2026 pada 22–24 September dengan menampilkan sejarah, seni, budaya, dan identitas daerah.

NEWSTUJUH.COM, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus memperkuat upaya pelestarian sejarah dan budaya melalui Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Mengusung tema “Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya”, pameran resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., di halaman Museum Daerah Kabupaten Tulungagung, Selasa (22/9/2026).

Pameran yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026, tersebut tidak hanya menampilkan benda-benda koleksi bersejarah. Kegiatan ini juga diarahkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah, seni, budaya, serta identitas daerah.

Museum Didorong Menjadi Ruang Edukasi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Muhamad Ardian Candra, S.STP., mengatakan Pameran Temporer Museum Daerah 2026 merupakan bagian dari program kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik berupa Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya Tahun 2026 dari Kementerian Kebudayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Ardian, museum tidak cukup hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi. Keberadaannya perlu dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi, edukasi, promosi, sekaligus sarana untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum.

“Pameran ini menjadi media promosi, edukasi, dan komunikasi museum serta memperkenalkan keberagaman seni dan budaya Indonesia beserta nilai sejarah, pengetahuan, dan identitas yang terkandung di dalamnya,” kata Ardian.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya, terutama di kalangan generasi muda.

Pameran juga menjadi ruang pertemuan antara museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas untuk memperkenalkan koleksi serta kekayaan budaya masing-masing. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kerja sama dalam pelestarian budaya.

Libatkan Museum dan Komunitas dari Sejumlah Daerah

Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung 2026 digelar selama tiga hari, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Sejumlah museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas dari Tulungagung maupun luar daerah turut ambil bagian.

Peserta dari luar Tulungagung antara lain Kedaton Wayang Sukoharjo, UPTD Museum Kota Surabaya, Museum FID Universitas Airlangga Surabaya, serta Museum Anjladang Kabupaten Nganjuk.

Sementara dari Tulungagung, kegiatan diikuti Komunitas Asta Gayatri, Museum Gua Tenggar, Situs Jengglungan Desa Pulo Tondo, Dodok Sadjiwo Jati, serta Komunitas Aji Nyawiji.

Beragam koleksi dan ekspresi budaya yang ditampilkan menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif masyarakat terhadap fungsi museum.

Koleksi tidak hanya dipandang sebagai benda peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan mengenai perjalanan sejarah, identitas, kreativitas, kepercayaan, serta kehidupan masyarakat pada masanya.

Ahmad Baharudin: Museum Harus Dekat dengan Generasi Muda

Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin mengatakan museum memiliki peran penting dalam melestarikan, merawat, mengembangkan, sekaligus memperkenalkan sejarah dan budaya kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap koleksi museum memiliki cerita dan nilai yang dapat menjadi sumber pembelajaran mengenai perjalanan kehidupan serta perkembangan identitas suatu daerah.

“Setiap koleksi memiliki cerita dan makna yang berkaitan dengan perjalanan sejarah, identitas masyarakat, serta kemampuan dan kreativitas pada masanya,” ujar Ahmad Baharudin.

Ia berharap pameran tersebut mampu menghadirkan pembelajaran sejarah dengan cara yang lebih menarik bagi generasi muda.

Pemkab Tulungagung juga akan mendorong agar anak-anak dan pelajar memiliki kesempatan lebih luas untuk mengunjungi Museum Daerah sebagai bagian dari proses pembelajaran sejarah dan budaya.

Ahmad juga menyinggung kekayaan sejarah Tulungagung, termasuk temuan Wajakensis yang dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah daerah tersebut.

Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut perlu dikenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Museum Didorong Menjadi Wisata Edukasi

Pemkab Tulungagung berharap pengembangan Museum Daerah ke depan tidak hanya berhenti pada fungsi penyimpanan dan pemeliharaan koleksi.

Museum juga diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari wisata edukasi sejarah dan budaya.

“Kita perlu menyiapkan museum ini sesuai dengan kebutuhan, sehingga benar-benar dapat menjadi tempat untuk berwisata sekaligus menggali sejarah dan budaya, serta dapat kita kenalkan kepada wisatawan secara nasional,” kata Ahmad.

Usai menyampaikan sambutan, Ahmad Baharudin secara resmi membuka Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Pembukaan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada para peserta serta peninjauan stan pameran. Ahmad bersama jajaran pemerintah daerah melihat langsung koleksi dan materi yang ditampilkan oleh museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tulungagung ingin mendekatkan museum dengan masyarakat sekaligus mengubah pandangan bahwa museum hanya merupakan tempat menyimpan benda-benda lama.

Museum diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi generasi muda untuk memahami sejarah, mengenali identitas budaya, serta melihat bagaimana warisan masa lalu dapat menjadi bekal dalam membangun masa depan.

Sebab, sejarah yang hanya disimpan akan menjadi koleksi. Namun sejarah yang dipahami, dirawat, dan diwariskan akan tetap menjadi identitas bagi generasi berikutnya.

Baca Juga : Grand HAP Hotel Solo Rayakan Anniversary ke-11, Gelar Aksi Sosial

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *