Teknologi

AISITS ITS Rekam Jejak Terakhir KM Virgo di Selat Madura

23
×

AISITS ITS Rekam Jejak Terakhir KM Virgo di Selat Madura

Sebarkan artikel ini
AISITS ITS KM Virgo
Rekaman AISITS menunjukkan perjalanan KM Virgo Transport 8 sebelum sinyal kapal berhenti terdeteksi. (NewsTujuh.com)

NEWSTUJUH.ID, SURABAYA — Sistem pemantauan berbasis teknologi canggih milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi kunci penelusuran jejak perjalanan KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Selat Madura. Melalui sistem Automatic Identification System of ITS (AISITS), pergerakan kapal terekam secara lengkap hingga saat sinyalnya terputus.

Dr. Eng. Dhimas Widhi Handani, S.T., M.Sc., pakar dari Departemen Sistem Perkapalan ITS, menjelaskan bahwa data yang diterima melalui Remote Base Station (RBS) dan server pusat merekam keberangkatan kapal dari Terminal Jamrud Selatan pada Sabtu, 12 September pukul 10.00 WIB. Saat berada di kawasan pelabuhan, kapal bergerak lambat dengan kecepatan 0,3 hingga 3,5 knot sebelum masuk ke Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Setelah memasuki jalur utama, kecepatan kapal meningkat pesat hingga 12–14 knot. Di wilayah perairan sekitar Karang Jamuang tepat pukul 12.00 siang, kapal tercatat melaju stabil pada rentang kecepatan yang sama, lalu menancap ke arah timur laut menuju pelabuhan tujuan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Perekaman data terakhir yang masuk ke sistem AISITS terjadi pada pukul 22.33 WIB, saat kapal masih bergerak dengan kecepatan 12,9 knot. Sejak saat itu, tidak ada lagi data yang dikirimkan. Dhimas menyebutkan dua kemungkinan penyebab terputusnya sinyal: kapal telah berada di luar jangkauan pemantauan, atau perangkat pemancar sinyal di atas kapal mengalami gangguan dan berhenti mengirimkan data.

AISITS ITS KM Virgo
AISITS ITS merekam jejak terakhir KM Virgo Transport 8.

Sebagai Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS, ia menegaskan pentingnya data rekaman tersebut untuk mengungkap kronologi kejadian. Sistem ini tidak hanya berfungsi melacak kapal yang hilang, tetapi juga mampu mendeteksi pelanggaran jalur pelayaran, termasuk pemberhentian di area terlarang seperti jalur pipa bawah laut maupun anjungan lepas pantai.

Lebih dari sekadar pelacakan, AISITS dikembangkan dengan berbagai fitur unggulan guna memperkuat keamanan maritim. Tersedia sistem peringatan dini, pemantauan konsumsi bahan bakar, hingga pemetaan kepadatan lalu lintas kapal yang dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi maupun pusat kendali di darat.

Kemampuan memprediksi manuver kapal serta informasi cuaca terkini menjadikan sistem ini pendeteksi dini potensi bahaya di laut. Pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti indikasi gangguan terhadap fasilitas vital, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan sejak dini.

Kehadiran teknologi ini menegaskan peran ITS dalam menghadirkan solusi nyata bagi keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. Penerapan sistem ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pengembangan infrastruktur inovatif serta perlindungan ekosistem laut dari ancaman pencemaran akibat kecelakaan maritim.

Baca Juga : Mahasiswa ITS Kembangkan Vityuu, Mouth Spray Penekan Rasa Manis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *