NEWSTUJUH.COM, SURABAYA — Meningkatnya kasus diabetes akibat konsumsi gula berlebih pada anak dan remaja mendorong tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan terobosan baru. Mereka meluncurkan Vityuu Mouth Spray, semprotan mulut yang bekerja memblokir reseptor rasa manis di lidah guna memutus siklus keinginan tak terkendali terhadap makanan manis.
Produk inovatif ini lahir dari tangan Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum, mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS. Pengembangan usaha ini dibina oleh Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI) di bawah Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi ITS.
Dr. Ir. Endroyono, DEA, Direktur IKST ITS yang akrab disapa Edo, menyatakan dukungan penuh pihak kampus terhadap pengembangan bisnis mahasiswa. ITS tidak hanya mendampingi dari sisi riset, tetapi juga membekali pemahaman pemasaran, hilirisasi, hingga pencarian mitra dan investor.
“Kami konsisten memanfaatkan jejaring yang ada, seperti mitra industri ataupun kementerian guna mendampingi pengembangan usaha para mahasiswa,” ujar Edo.
Cara kerja Vityuu Mouth Spray berfokus memutus dorongan paling awal dari keinginan makan manis. Produk ini mengandung asam gimnemik, zat alami yang diekstrak dari tanaman Gymnema sylvestre. Zat ini bekerja menutup reseptor rasa manis di lidah, sehingga saat seseorang mengonsumsi makanan manis, sinyal rasa itu tidak sampai ke otak.
Kevin Ananta Marga, Direktur Operasional Vityuu, menjelaskan bahwa rasa manis yang terdeteksi lidah memicu pelepasan dopamin — zat kimia otak yang menimbulkan rasa senang dan keinginan untuk mengulanginya. Dengan memblokir reseptor tersebut, siklus dorongan berulang untuk makan manis dapat diputus sejak awal.
“Jadi produk kami ini bekerja tepat di titik pemicu paling awal dari siklus sugar craving dengan menutup reseptor manis pada lidah,” papar Kevin.
Cara ini berbeda dengan diet ketat yang menyiksa. Tanpa rasa manis yang terdeteksi, tidak ada sinyal kepuasan yang memperkuat kebiasaan buruk tersebut. Selain itu, respons awal tubuh yang melepaskan insulin saat lidah mendeteksi manis juga ikut tertekan, sehingga membantu menstabilkan kadar gula darah.
Diformulasikan dengan tambahan ekstrak pepermin dan stevia, produk ini diklaim aman dipakai jangka panjang dan minim efek samping. Bahkan jika tidak sengaja tertelan, tetap aman dan bermanfaat bagi saluran cerna, meski fungsi utamanya akan optimal jika kontak dengan lidah cukup lama.
Cara pakainya sangat praktis: cukup disemprotkan 2–3 kali ke permukaan lidah. Efek menghilangkan rasa manis bertahan selama 15 hingga 60 menit, sementara rasa lain seperti asin, asam, dan pedas tetap terasa normal.
Hingga Agustus 2026, usaha ini telah mencatatkan omzet sekitar Rp1,4 miliar per bulan dan telah diproduksi secara massal melalui PT Visi Menyehatkan Nusantara.
Kehadiran Vityuu Mouth Spray sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin Pendidikan Berkualitas serta poin Kesehatan dan Kesejahteraan.
Baca Juga : Spektronics ITS Raih Dua Gelar di Kompetisi Nasional 2026
Inovasi sederhana namun efektif ini membuktikan bahwa solusi kesehatan bisa lahir dari pemahaman mendalam tentang kebiasaan manusia.











