Pendidikan

Menuju Khadijah 2035, Yayasan Khadijah Perkuat Konsolidasi dan Jati Diri Sekolah

20
×

Menuju Khadijah 2035, Yayasan Khadijah Perkuat Konsolidasi dan Jati Diri Sekolah

Sebarkan artikel ini
Yayasan Khadijah
Peserta Retret Yayasan Khadijah.

NEWSTUJUH.COM, SURABAYA – Arah pengembangan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah menuju 2035 menjadi salah satu perhatian utama dalam Retret Pengurus Yayasan, pimpinan sekolah, Pondok Pesantren Khadijah, unit sosial, guru, dan karyawan, Minggu, 27 September 2026.

Mengangkat tema “Menjaga Amanah, Meneguhkan Jati Diri Sekolah Juara untuk Khadijah 2035”, kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Khadijah tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat konsolidasi seluruh unsur yayasan.

Tidak sekadar menjadi forum pertemuan, retret diarahkan sebagai ruang untuk melihat kembali berbagai program dan pekerjaan yang telah dilakukan, mempertahankan capaian yang dinilai baik, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.

Ketua Umum Yayasan Khadijah, Dra. Hj. Masruroh Wachid, MPd., mengatakan keberhasilan membangun citra dan kualitas Yayasan Khadijah tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Seluruh unsur di dalam yayasan memiliki tanggung jawab sesuai tugas dan amanah masing-masing.

“Supaya kita menjadi orang yang terbaik dengan branding terbaik, supaya anak-anak kita terbranding dengan baik, yayasan kita juga terbranding dengan baik. Itu semuanya tidak hanya dilakukan oleh ketua yayasan,” kata Masruroh.

Menurut dia, pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, karyawan, dan seluruh unsur yang berada di lingkungan Khadijah perlu bergerak bersama. Masing-masing individu juga memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kualitas dirinya sekaligus menjaga nama baik lembaga.

“Harus disertai kerja sama yang baik oleh pengurus yayasan, para kepala sekolah dan semua yang ada di dalam yayasan ini harus terlibat, berikhtiar, berusaha untuk membranding dirinya masing-masing,” ujarnya.

Masruroh juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan kerja di antara seluruh unsur yayasan. Sikap saling menghargai, menghormati, dan membantu dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun lembaga.

“Jadi kita semua harus bertanggung jawab atas tugas yang telah dibebankan kepada masing-masing pribadi,” katanya.

Ia berharap retreat tersebut memberikan dampak nyata terhadap kinerja jajaran yayasan dan satuan pendidikan.

“Saya sebagai ketua yayasan berharap bahwa pada pertemuan kali ini tidak hanya pertemuan biasa, tapi pertemuan kali ini adalah pertemuan yang berdampak positif untuk kinerja ke depan akan lebih baik dan lebih tertib,” tutur Masruroh.

Masruroh memaknai retret sebagai kesempatan untuk melakukan muhasabah. Kegiatan tersebut, menurut dia, bukan berarti kembali ke belakang untuk mundur, melainkan melihat perjalanan yang telah dilalui sebagai bahan evaluasi.

“Retreat ini sebenarnya adalah untuk muhasabah. Sesuai dengan namanya retret yang berarti kembali ke belakang, bahwasanya bukan berarti kita harus mundur, akan tetapi dalam artian kita harus berpikir ulang apa yang telah kita kerjakan selama ini,” katanya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *