Ia juga melihat adanya modal penting yang telah dimiliki Yayasan Khadijah, yakni pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan serta keberadaan siswa dan alumni yang telah menorehkan prestasi.
“Insyaallah Yayasan Khadijah mampu, karena program-programnya selama ini berhasil melahirkan siswa yang berprestasi dan banyak alumni Khadijah yang sukses,” ujarnya.
Rangkaian retreat diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB. Pada pukul 08.00–08.40 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Khadijah, sambutan Ketua Umum Yayasan, serta doa.
Peserta retreat terdiri atas Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Khadijah, pimpinan sekolah di lingkungan yayasan, Kepala Pondok Pesantren Putra Khadijah, Pengurus Unit Sosial, serta guru dan karyawan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi pengurus dan pimpinan sekolah pada pukul 12.30–15.00 WIB. Sesi ini melibatkan Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan serta pimpinan sekolah dan Pondok Pesantren Khadijah.
Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan pemahaman antara jajaran yayasan dan pimpinan satuan pendidikan mengenai pengelolaan lembaga serta arah pengembangan pendidikan Khadijah.
Tema Khadijah 2035 menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian kegiatan. Amanah, jati diri lembaga, kerja sama, evaluasi, dan cita-cita pengembangan pendidikan menjadi sejumlah pesan yang mengemuka dalam retreat tersebut.
Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah sendiri menaungi sejumlah unit pendidikan dan sosial. Karena itu, keterlibatan pengurus yayasan, sekolah, pesantren, unit sosial, guru, dan karyawan dalam satu forum menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal lembaga.














Respon (2)