IPB University memperkenalkan teknologi pengolahan limbah pisang menjadi serat alami dan kompos melalui program Dospulkam 2026 di Dramaga.
NEWSTUJUH.COM, BOGOR — IPB University kembali menunjukkan komitmen pengabdian masyarakat melalui program unggulan Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) Tahun 2026. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu kemarin, kegiatan ini mengusung tema “Teknologi Ekstraksi Serat Alami dan Produksi Kompos dari Limbah Tanaman Pisang”.
Dospulkam merupakan program ikonik IPB University yang mengharuskan para dosen turun langsung ke masyarakat untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna. Kegiatan di Dramaga berlangsung dengan penuh antusiasme, edukatif, dan semangat inovasi yang tinggi.
Acara ini dihadiri Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, S.H., M.M.; Prof. Dr. Ir. Moch Yani, M.Eng. selaku narasumber utama; tim dosen dan mahasiswa IPB University; para Penyuluh Pertanian Lapangan; kelompok tani, Kelompok Wanita Tani, pelaku UMKM; serta perangkat kecamatan setempat.
Dalam sambutannya, Camat Dramaga menyampaikan apresiasi mendalam. “Selama ini limbah batang pisang di Dramaga hanya dibuang begitu saja. Dengan teknologi dari IPB, limbah ini kini bisa disulap menjadi serat alami bernilai jual tinggi dan kompos organik berkualitas. Ini sejalan dengan program ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan kami,” ungkapnya.
Pada sesi utama, Prof. Dr. Ir. Moch Yani memaparkan dua inovasi sekaligus beserta demonstrasi langsung. Pertama, teknologi ekstraksi serat alami dari batang pisang yang kuat dan ramah lingkungan, dapat diolah menjadi kerajinan, tas, tekstil, hingga bahan kertas seni. Tim dosen juga memperkenalkan alat ekstraktor sederhana yang dapat langsung digunakan warga. Kedua, teknologi produksi kompos dari bonggol, daun, dan batang pisang menggunakan bioaktivator, menghasilkan pupuk kaya kalium yang menyehatkan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
“Tujuan kami adalah hilirisasi riset tidak hanya berhenti di laboratorium. Limbah pisang di sini melimpah. Diolah dengan tepat, ini jadi sumber pendapatan baru. Konsepnya: nol limbah, bernilai ekonomi,” jelas Prof. Moch Yani. Mahasiswa IPB juga turut mendampingi warga secara langsung mempraktikkan teknologi tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah limbah pisang yang terbuang menjadi produk bernilai jual, sekaligus menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Kabupaten Bogor.













