Dalam alur ceritanya, Mukidi digambarkan sebagai pria yang berusaha membuktikan kesiapannya untuk menikahi Bunga (Gabriella Desta), perempuan yang dicintainya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membeli rumah sendiri agar dianggap telah memiliki kehidupan yang mapan.
Namun, keinginannya tidak berjalan sesuai rencana. Hubungan asmaranya justru berakhir, sementara rumah tua yang dibelinya dengan harga murah membawa Mukidi pada pengalaman tak terduga.
Di rumah tersebut, ia bertemu Sukma, sosok perempuan misterius dari alam berbeda yang ternyata merupakan arwah penghuni sebuah boneka. Pertemuan dua dunia ini kemudian menghadirkan berbagai persoalan, mulai dari konflik hubungan hingga kejadian-kejadian tak terduga.
Bersama dua sahabatnya, Gendut yang diperankan Sutrisno Agung dan Penyok yang dimainkan Eko Dunung, Mukidi harus menghadapi berbagai situasi rumit yang memadukan persahabatan, percintaan, komedi, dan kisah supranatural.
Selain Heri Chandra, Dara Sarasvati, Sutrisno Agung, Eko Dunung, dan Gabriella Desta, film ini juga menghadirkan karakter Mbak Mintul serta Pak No.
Menambah daya tarik film, empat lagu original soundtrack (OST) karya Lek Dahlan turut melengkapi cerita. Keempat lagu tersebut berjudul Piye To Kih?, Sigaran Nyowo, Kelangan, dan Gemati.
Hadirnya film Piye To Kih? menjadi langkah baru bagi Woko Channel dalam memperluas kiprahnya, dari platform digital menuju layar lebar. Kehadiran karya ini sekaligus menunjukkan bahwa kreator lokal memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di industri perfilman nasional.













