NEWSTUJUH.COM, KEDIRI – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terus mendorong penguatan peran Posyandu sebagai layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat di seluruh siklus kehidupan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penggerakan Posyandu Aktif yang dikemas dalam Gebyar Posyandu di Posyandu Cempaka, Dusun Kapas, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang.
Kegiatan yang diikuti sekitar 185 peserta lebih tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Kecamatan Kunjang, Pemerintah Desa Kapas, Puskesmas Kunjang, TP PKK, kader kesehatan, aparat keamanan hingga masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan senam Anak Sehat Indonesia yang diikuti peserta. Suasana semakin meriah dengan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti talkshow kesehatan, diskusi dan tanya jawab, edukasi gizi, tari cuci tangan hingga cerdas cermat tentang Posyandu.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya menggerakkan masyarakat agar lebih aktif datang dan memanfaatkan pelayanan Posyandu.
Kepala Tim Kerja Promosi Kesehatan (Katimker Promkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Enny Soehartini, S.KM, mengatakan Gerakan Posyandu Aktif merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kehadiran masyarakat di Posyandu.
“Gerakan Posyandu Aktif ini untuk menggerakkan warga supaya hadir di Posyandu. Kegiatan di Kunjang ini menjadi salah satu contoh untuk memberikan gambaran kepada wilayah yang lain,” jelas Enny saat diwawancarai media.
Menurutnya, Posyandu Cempaka dipilih menjadi lokasi kegiatan karena telah melaksanakan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui pelayanan ILP, Posyandu tidak lagi hanya identik dengan pelayanan bayi dan balita, namun mencakup masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Mulai dari bayi, balita, anak pra-sekolah, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
“Di Posyandu ini karena sudah melakukan layanan Posyandu ILP,” ungkap Enny.
Dinkes Dorong Seluruh Posyandu Terapkan ILP
Enny menegaskan, penerapan Posyandu ILP diharapkan dapat terus diperluas di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
Ia berharap Posyandu di berbagai desa tidak hanya aktif dalam kegiatan pelayanan, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk datang secara rutin.
“Pesan kami untuk Posyandu di wilayah Kediri, harap semuanya melakukan pelayanan ILP,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan berbagai manfaat masyarakat rutin datang ke Posyandu. Selain mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, masyarakat dapat memperoleh edukasi, skrining kesehatan serta informasi mengenai pola hidup sehat.
Pelaksanaan Posyandu ILP juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah desa, TP PKK, Puskesmas dan para kader sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat.
“Seribu Sayur, Sejuta Manfaat”
Salah satu rangkaian yang menarik perhatian dalam Gebyar Posyandu Aktif tersebut adalah kegiatan “Seribu Sayur, Sejuta Manfaat”.
Para peserta maupun undangan diajak membawa satu jenis sayuran dengan nilai maksimal sekitar Rp1.000. Berbagai jenis sayuran kemudian dikumpulkan dan ditata oleh kader.
Sayuran yang terkumpul antara lain kacang panjang, tomat, sawi, terong, wortel, daun singkong, daun pepaya hingga bayam.
Enny menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang tumbuh dari inisiatif warga.
“Sayur-sayur ini merupakan sumber pemberdayaan masyarakat. Ini inisiatif warga untuk mengumpulkan sayur di sini, kemudian dibagi-bagi, dimasak sendiri dan saling tukar sayur,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan sederhana tersebut juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sekaligus memperkuat kepedulian dan kebersamaan antarwarga.
Kader Jadi Penggerak Utama
Dalam pelaksanaan Posyandu ILP, keberadaan kader menjadi salah satu unsur penting. Kader berada di tengah masyarakat dan berperan mengajak sasaran agar hadir serta mengikuti pelayanan Posyandu.
Dalam talkshow kesehatan yang digelar, turut dibahas berbagai tantangan pelaksanaan Posyandu ILP di Kecamatan Kunjang. Salah satunya adalah tingkat kehadiran masyarakat usia produktif yang masih perlu ditingkatkan karena sebagian warga bekerja di luar kota.
Meski demikian, pelaksanaan Posyandu ILP di Kecamatan Kunjang dinilai telah berjalan cukup baik. Kompetensi kader juga disebut relatif baik, meskipun masih terdapat sejumlah kendala sarana dan prasarana di beberapa Posyandu.
Keterlibatan TP PKK desa juga dinilai penting dalam memberikan motivasi kepada kader maupun masyarakat agar semakin aktif mengikuti kegiatan Posyandu.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan cerdas cermat Posyandu, yang menguji pengetahuan peserta mengenai Posyandu ILP, sasaran siklus kehidupan, peran kader, skrining kesehatan, KMS, pemberian vitamin A hingga konsep “Isi Piringku”.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap Gerakan Posyandu Aktif tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi mampu menjadi gerakan berkelanjutan di setiap desa.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Blitar Pimpin Massa Demo Wali Kota
Posyandu diharapkan benar-benar menjadi layanan kesehatan milik masyarakat yang dimanfaatkan secara rutin, bukan hanya ketika masyarakat memiliki bayi atau balita, tetapi sejak usia bayi hingga lanjut usia.




