BeritaMadiun

Tak Harus Satu Organisasi, TMJI Madiun Tunjukkan Solidaritas Sesama Jurnalis

369
×

Tak Harus Satu Organisasi, TMJI Madiun Tunjukkan Solidaritas Sesama Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Solidaritas Jurnalis Madiun
Susanto, saat menerima bingkisan dari TMJI (Foto: Nawan, Newstujuh.com)

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Solidaritas dan kepedulian antarinsan pers kembali ditunjukkan di Kota Madiun. Tunas Muda Jurnalis Indonesia (TMJI) Kota Madiun memberikan santunan kepada Susanto, seorang jurnalis yang tengah menjalani perawatan dan masa pemulihan akibat sakit stroke.

Kepedulian tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung dengan menyerahkan paket buah serta bantuan uang santunan. Kehadiran rekan-rekan seprofesi diharapkan mampu memberikan dukungan moral dan semangat bagi Susanto beserta keluarga dalam menjalani masa pemulihan.

TMJI sendiri merupakan wadah yang beranggotakan jurnalis dari berbagai media dan memiliki latar belakang sebagai bagian dari Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHW-TM). Meski berasal dari media yang berbeda, para anggota dipersatukan oleh semangat persaudaraan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama insan pers.

Ketua TMJI Kota Madiun, Hernawan, mengatakan kepedulian terhadap sesama jurnalis merupakan nilai yang ingin terus dijaga dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial.

Menurutnya, sebuah organisasi tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat serta menghadirkan rasa persaudaraan bagi anggotanya maupun sesama rekan seprofesi.

“Kami ingin TMJI bukan hanya menjadi wadah berkumpulnya para jurnalis, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya rasa kepedulian. Ketika ada saudara dan rekan seprofesi yang sedang sakit atau mengalami kesulitan, kami merasa perlu hadir untuk memberikan dukungan,” ujar Hernawan, Selasa (8/9/2026).

Ia menegaskan, bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan perjuangan yang tengah dihadapi Susanto. Namun, perhatian dan kehadiran rekan-rekan sesama jurnalis diharapkan dapat memberikan semangat serta menunjukkan bahwa Susanto tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

“Besar kecilnya bantuan bukan menjadi ukuran. Yang terpenting adalah perhatian, doa dan semangat dari saudara-saudara sesama jurnalis. Kami berharap Pak Susanto segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktivitas,” tambahnya.

Solidaritas Lintas Organisasi

Aksi sosial tersebut juga mendapat perhatian dari wartawan Heri Anggorowati. Meski tidak tergabung sebagai anggota TMJI, ia turut hadir dan memberikan bantuan kepada Susanto.

Heri, yang juga merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Madiun, mengaku tergerak untuk ikut menjenguk setelah mengetahui adanya agenda solidaritas terhadap rekan seprofesi yang sedang sakit.

Menurutnya, rasa kemanusiaan dan persaudaraan seharusnya tidak dibatasi oleh perbedaan organisasi maupun latar belakang.

“Kita semua saudara, tidak membedakan dari organisasi mana. Yang terpenting kita satu profesi dan memiliki rasa kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Ia mengaku sebelumnya tidak mengetahui adanya agenda tersebut. Namun, setelah bertemu dengan Ketua TMJI dan mengetahui rencana menjenguk Susanto, dirinya langsung memutuskan untuk ikut.

“Awalnya saya tidak tahu. Begitu bertemu Pak Ketua ternyata ada agenda untuk menjenguk saudara Susanto. Tanpa pikir panjang saya langsung ikut menjenguk. Meski saya bukan anggota TMJI, tetapi persaudaraan dan solidaritas harus tetap dijaga,” ungkapnya.

Kehadiran Heri dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial tidak harus dibatasi oleh sekat organisasi. Perbedaan wadah bukan alasan untuk menghilangkan rasa persaudaraan, terutama ketika sesama rekan seprofesi sedang membutuhkan dukungan.

Melalui kegiatan sosial tersebut, TMJI Kota Madiun berharap semangat solidaritas di kalangan insan pers terus terjaga. Di tengah dinamika dan kesibukan dunia jurnalistik, nilai kemanusiaan, kepedulian dan persaudaraan diharapkan tetap menjadi ikatan kuat yang menyatukan para jurnalis tanpa memandang organisasi maupun latar belakang.

Solidaritas sesama jurnalis, pada akhirnya, menjadi pengingat bahwa profesi pers tidak hanya berbicara tentang aktivitas mencari dan menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga tentang menjaga nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *