peristiwaNasional

Kompolnas: Tak Ada Tanda Kekerasan pada Tubuh Winda Lorenza

18
×

Kompolnas: Tak Ada Tanda Kekerasan pada Tubuh Winda Lorenza

Sebarkan artikel ini
KOMPOLNAS
Komisioner Kompolnas Choirul Anam menyampaikan hasil pendalaman terkait kematian Winda Lorenza di Polrestabes Medan. (Wly, NewsTujuh.com)

Kompolnas menyampaikan hasil pendalaman kematian Winda Lorenza. Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan.

NEWSTUJUH.COM, MEDAN – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), ikut mendalami penyebab kematian Winda Lorenza yang meninggal dunia dengan luka tembak di kepala. Hasil pendalaman, Kompolnas tidak menemukan adanya tanda – tanda kekerasan di tubuh mantan istri Brigadir IH itu.

Kepada wartawan di Polrestabes Medan, Rabu (23/9) sore, Komisioner Kompolnas, Choirul Anam menyebut jika sejumlah luka di tubuh korban yang menjadi perhatian publik dan sempat menimbulkan perdebatan, dipastikan bukan karena tindak kekerasan.

“Luka di matanya itu karena pendarahan akibat tembakan di kepala, karena kalau karena benturan otomatis pupil mata atau bola mata juga memar atau ada kemerahan, sedangkan bola mata korban ini tetap putih bersih,” ungkap Choirul Anam.

Selain memar di mata, Choirul Anam juga mendalami perihal dugaan luka tusuk dan memar lain di beberapa bagian tubuh korban.

Terkait dengan jahitan di tubuh korban, dipastikan bukan akibat luka tusukan melainkan jahitan karena tindakan autopsi.

“Kami melihat foto setelah korban diautopsi dan sebelum korban diautopsi. Foto sebelum diautopsi bersih tanpa adanya luka jahitan atau karena benda tajam lainnya, sedangkan setelah diautopsi ada jahitan autopsi. Kami juga melihat foto saat korban masih di dalam kantong jenazah sebelum dilakukan tindakan autopsi,” tambah Choirul Anam.

Baca Juga : Bamsoet Dukung Pengendalian Babi Hutan

Terkait dengan penyebab kematian korban, dipastikan karena tembakan di bagian kepala, yang hasil pemeriksaan disebabkan karena korban sendiri

“Kami periksa senjatanya, penggunaan peluru dengan senjatanya sama, identik peluru yang digunakan dengan sidik jari identik. Jelaga atau residu mesiu itu ditemukan dimana saja, dan semua penjelasan itu masuk logika,” pungkas Choirul Anam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *